About me

Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Selasa, 18 April 2017

Tugas Softskill Materi Bulan Kedua


Exercise 26 : Adjective and Adverbs
  1. Well
  2. Intense
  3. Brightly
  4. Fluent
  5. Fluently
  6. Smooth
  7. Accurately
  8. Bitter
  9. Soon
  10. Fast
Exercise 27 : Linking (Copulative) Verbs
  1. Terrible
  2. Well
  3. Good
  4. Calm
  5. Sick
  6. Quickly
  7. Diligently
  8. Vehemently
  9. Relaxed
  10. Noisy

Exercise 28 : Comparisons
  1. As
  2. More
  3. As
  4. More
  5. As
  6. More
  7. More
  8. Happier
  9. Worse
  10. Faster

Exercise 29 : Comparisons
  1. Than
  2. Than
  3. From
  4. Than
  5. As
  6. Than
  7. As
  8. Than
  9. Than
  10. From

Exercise 30 : Comparisons
  1. Best
  2. Happiest
  3. Faster
  4. Creamiest
  5. More Colorful
  6. Better
  7. Good
  8. More Awkwardly
  9. Least
  10. Prettiest
  11. The Best
  12. From
  13. Less Impressive
  14. The Sicker
  15. When
  16. Twice as much as
  17. Little
  18. Much
  19. Farther
  20. More Famous

Exercise 31 : Nouns Functioning as Djectives
  1. Twelve
  2. Language
  3. Three acts
  4. Two days
  5. 79 pieces
  6. Five shelves
  7. 6 ounces each
  8. Six quarts
  9. Bricks
  10. Teen speeds
Exercise 32 : Enough
  1. Enough people
  2. Enough French
  3. Enough Time
  4. Fast Enough
  5. Soon Enough
  6. Early Enough
  7. Hard Enough
  8. Slowly Enough
  9. Enough Flour
  10. Book Enough

Exercise 33 : Because/Because of
  1. Because
  2. Because
  3. Because of
  4. Because
  5. Because of
  6. Because
  7. Because of
  8. Because
  9. Because
  10. Because of

Exercise 34 : So/Such
  1. So
  2. Such
  3. Such
  4. Such
  5. So
  6. So
  7. Such
  8. So
  9. So
  10. Such
  11. So
  12. So
  13. Such
  14. So
  15. So

Rabu, 15 Maret 2017

Tugas Softskill Materi Bulan Pertama

Exercise 21: Conditional Sentences
1. Understood
2. Would not have been
3. Will give
4. Would have told
5. Would Have been
6. Had
7. Stopped
8. Needed
9. Would have found
10. Enjoyed
11. Paint
12. Were
13. Writes
14. Had permitted
15. Had spent
16. Will accept
17. Buys
18. Had decided
19. Would have written
20. Will leak
21. Studied
22. Hears
23. See
24. Gets
25. Turn
26. Were
27. Would have called
28. Would have talked
29. Explained
30. Spoke

Exercise 22: Used To
1. Eating
2. Eating
3. Swimming
4. Liking
5. Speaking
6. Studying
7. Dancing
8. Sleeping
9. Eating
10. Eating

Exercise 23: Would Rather
1. Stay
2. Stayed
3. Work
4. Studied
5. Not study
6. Have
7. Stood
8. Not cook
9. Had not arrived
10. Have script

Exercise 24: Must/Should + Perfective
1. Should have had
2. Must have been
3. Must have damaged
4. Should not have packed
5. Must have studied
6. Should have studied
7. Must have been
8. Should have deposit
9. Must have forgotten
10. Must not have been studied

Exercise 25: Modals+Perfective
1. I would
2. Would have gone
3. May have had
4. Should have done
5. Must have forgotten
6. May have script
7. Might have had
8. Could have lost
9. Should not have driven
10. It may have run

Exercise 26: Adjective and Adverbs
1. Well
2. Intense
3. Brightly
4. Fluent
5. Fluently
6. Smooth
7. Accurately
8. Bitter
9. Soon
10. Fast

Exercise 27: Linking (Copulative) Verbs
1. Terrible
2. Well
3. Good
4. Calm
5. Sick
6. Quickly
7. Diligently
8. Vehemently
9. Relaxed
10. Noisy

Exercise 28: Comparisons
1. As soon
2. More important
3. As well
4. More expensive
5. As hot
6. More talented
7. More colorful
8. Happier
9. Worse
10. Faster

Exercise 29: Comparisons
1. Than
2. Than
3. From
4.Than
5. As
6. Than
7. As
8. Than
9. Than
10. From

Exercise 30: Comparisons
1. Best
2. Happiest
3. Faster
4. Creamiest
5. More colorful
6. Better
7. Good
8. More awkwardly
9. Least
10. Prettiest
11. The best
12. From
13. Less impressive
14. The sicker
15. When
16. Twice as much as
17. Litte
18. Much
19. Farther
20. More famous
 

Minggu, 27 November 2016

VPN (Virtual Private Network)

1.    Pengertian VPN

VPN
    VPN atau Virtual Private Network adalah suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lainnya secara privat melalui jaringan publik (Internet). VPN disebut Virtual network karena menggunakan jaringan publik (Internet) sebagai media perantaranya alias bukan koneksi langsung. Dan disebut Private network karena jaringannya bersifat privat, dimana hanya orang tertentu saja yang bisa mengaksesnya. Data yang dikirimkan pun terenkripsi sehingga aman dan tetap rahasia meskipun dikirim melalui jaringan publik.
2.    Cara Kerja VPN
    Cara kerja VPN ibarat seperti membuat jaringan di dalam jaringan atau biasa disebut tunneling (membuat terowongan). Tunneling adalah suatu cara untuk membuat jalur koneksi secara privat dengan menggunakan infrastruktur jaringan lain. Pada dasarnya VPN juga membutuhkan sebuah server sebagai penghubung dan pengatur antar client.

Cara Kerja VPN
Penjelasan :
internet <—> VPN Server <—-> VPN Client <—-> Client
bila digunakan untuk menghubungkan 2 komputer secara private dengan jaringan internet maka seperti ini:
Komputer A <—> VPN Clinet <—> Internet <—> VPN Server <—> VPN Client <—> Komputer B
Jadi semua koneksi diatur oleh VPN Server sehingga dibutuhkan kemampuan VPN Server yang memadai agar koneksinya bisa lancar.
3.    Fungsi VPN
A.    Confidentially (Kerahasiaan)
Teknologi VPN atau Private Network mempunyai tiga fungsi utama yaitu :
Teknologi VPN merupakan teknologi yang memanfaatkan jaringan publik yang tentunya sangat rawan terhadap pencurian data. Untuk itu, VPN menggunakan metode enkripsi untuk mengacak data yang lewat. Dengan adanya teknologi enkripsi itu, keamanan data menjadi lebih terjamin. Walaupun ada pihak yang dapat menyadap data yang melewati internet bahkan jalur VPN itu sendiri, namun belum tentu dapat membaca data tersebut, karena data tersebut telah teracak. Jadi, confidentially ini dimaksudkan agar informasi yang ditransmisikan hanya boleh diakses oleh sekelompok pengguna yang berhak.
B.    Data Integrity (Keutuhan Data)
Ketika melewati jaringan internet, sebenarnya data telah berjalan sangat jauh melintasi berbagai negara. Pada saat perjalanan tersebut, berbagai gangguan dapat terjadi terhadap isinya, baik hilang, rusak, ataupun dimanipulasi oleh orang yang tidak seharusnya. Pada VPN terdapat teknologi yang dapat menjaga keutuhan data mulai dari data dikirim hingga data sampai di tempat tujuan.
C.    Origin Authentication (Autentikasi Sumber)
Teknologi VPN memiliki kemampuan untuk melakukan autentikasi terhadap sumber-sumber pengirim data yang akan diterimanya. VPN akan melakukan pemeriksaan terhadap semua data yang masuk dan mengambil informasi dari sumber datanya. Kemudian, alamat sumber data tersebut akan disetujui apabila proses autentikasinya berhasil. Dengan demikian, VPN menjamin semua data yang dikirim dan diterima berasal dari sumber yang seharusnya. Tidak ada data yang dipalsukan atau dikirim oleh pihak-pihak lain.
4.    Kelebihan VPN
A.    Efektif dan Efesien
VPN memungkinkan karyawan/pengguna untuk terkoneksi dengan jaringan internal kantornya dari manapun diseluruh dunia, yang penting terhubung dengan internet.
Waktu yang dibutuhkan untuk menghubungkan jaringan kantor-kantor cabang ke jaringan kantor pusat lebih cepat, karena hanya dengan menyediakan akses internet di kantor-kantor cabang otomatis kantor cabang tersebut bisa langsung dikoneksikan ke jaringan di kantor pusat. Sedangkan penggunaan leased line sebagai WAN akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jalur koneksi khusus dari kantor cabang yang baru dengan perusahaan induknya. Dengan demikian penggunaan VPN secara tidak langsung akan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
B.    Hemat Biaya
Penggunaan VPN dapat mengurangi biaya operasional, karena VPN menggunakan infrastruktur jaringan publik yang sudah ada, sehingga tidak perlu membangun infrastruktur jaringan yang baru.
C.    Meningkatkan Skalabilitas
Penggunaan VPN akan meningkatkan skalabilitas. Ketika Perusahaan berkembang dan membuat kantor cabang baru dibeberapa tempat akan lebih terhubung dengan jaringan lokal kantor pusat.
5.    Kekurangan VPN
Karena penyediaan akses ke pegawai secara global, faktor keamanan menjadi suatu resiko, hal tersebut dapat menempatkan informasi yang sensitif dari organisasi ataupun perusahaan dapat diakses secara global, karena dengan menggunakan VPN memerlukan perhatian yang lebih untuk penetapan sistem keamanan yang cukup baik dan jelas.
6.    Manfaat Dari VPN
Beberapa manfaat VPN, diantaranya seperti di bawah ini:
1. Remote Access – Maksudnya dengan menggunakan VPN kita bisa mengakses komputer ataupun jaringan kantor, dari mana saja selama terhubung ke jaringan internet atau publik.
2. Keamanan – dengan menggunakan koneksi VPN kita bisa browsing, searching dengan aman saat mengakses dunia maya atau jaringan internet publik misalnya seperti hotspot atau internet yang ada di cafe-cafe.
3. Dapat menghemat biaya setup jaringan – VPN juga dapat dipakai sebagai cara alternatif untuk menghubungkan jaringan lokal yang cukup luas dengan biaya yang lebih rendah. Karena transmisi data yang digunakan pada VPN memakai media jaringan internet atau jaringan publik yang sebelumnya telah ada tanpa perlu membangun jaringan sendiri.

Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma

UFW (UNCOMPLICATED FIREWALL)



UFW adalah kependekan dari Uncomplicated Firewall sebuah aplikasi front-end dari iptables yang ringan, powerful dan sangat mudah digunakan untuk mengatur firewall. UFW ini saya sangat merekomendasikan bagi Anda yang pemula dalam mengatur iptables. Biar bagaimana pun front-enddari iptables jadi dengan kata lain ketika Anda mengatur firewall dengan UFW sama saja mengatur firewall di iptables.
Kelebihan :
1. Kita dapat mengatur hak ip mana saja yang dapat mengakses layanan pada server yang kita bangun.
2. Dalam konfigurasinya cukup mudah karena hanya menggunakan perintah allow dan denny serta terdapat versi gui-nya mungkin belum ane post untuk versi gui-nya,
3. Untuk pengaturan ulang atau bisa dibilang dalam meresetnya sangat mudah karena tinggal menggunakan perintah "sudo ufw reset",
4. Untuk pengaturan kita bisa melakukan sesuai yang kita inginkan,
Kekurangan :
1. Kita tidak dapat menentukan range ip yang dapat mengakses protokol yang aktif,
2. Sedangkan untuk keamanan sendiri, pastilah ada celah karena menurut saya setiap firewall terdapat celah keamanan yang perlu pembenahan,
3. Ketika ini digunakan untuk remote server dari jarak jauh sedangkan kita tidak dapat menentukan range ip untuk konfigurasinya ditambah kita menggunakan akses internet yang ip-nya statik maka kita akan mengalami kesulitan dalam melakukan remote server terutama jika server yang kita remote berada dicukup jauh dari lokasi kita.

Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma

Tahap – Tahap Instalasi MikroTik RouterOS


Setelah semua persiapan yang diperlukan sudah disediakan, sekarang saatnya dimulai tahapan instalasi, yaitu:
1.    Setting bios agar boot pertama kali dijalankan dari CD-Rom. Kemudian akan muncul tampilan awal pada saat proses instalasi.

2.    Install semua package dengan menekan tombol a kemudian tekan i untuk memulai proses instalasi. Kemudian akan muncul peringatan bahwa data dalam harddisk atau konfigurasi lama akan terhapus bila melakukan proses instalasi. Tekan tombol n, karena dalam hal ini kita akan membuat konfigurasi baru router.



Menginstall Semua Package
3.    Proses instalasi berlangsung, dan user tidak perlu membuat partisi harddisk karena secara otomatis akan membuat partisi sendiri.

Proses Instalasi
4.    Setelah proses installasi selesai restart system, tekan enter

Menekan Tombol ENTER


5.    Jika sudah selesai, akan diminta untuk login kedalam Mikrotiknya. Sebelum itu muncul perintah /system check-disk, lalu tekan tombol y.

System check-disk
6.    Masuk ke halaman login mikrotik ketikkan username : admin, dan password : (kosongkan) lalu tekan enter.


Tampilan Mikrotik

Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma

RADIUS



1.      Radius Server
       Adalah server Remote Authentikasi Dial-in Service (RADIUS), sebuah protocol keamanan jaringan komputer berbasis server yang sering digunakan untuk melakukan authentikasi dan otorisasi serta pendaftaran akun (account) pengguna secara terpusat untuk mengakses jaringan yang aman. Server Radius menyediakan mekanisme keamanan dengan menangani otentikasi dan otorisasi koneksi yang dilakukan user. Pada saat komputer client akan menghubungkan diri dengan jaringan maka server Radius akan meminta identitas user (username dan password) untuk kemudian dicocokkan dengan data yang ada dalam database server Radius untuk kemudian ditentukan apakah user diijinkan untuk menggunakan layanan dalam jaringan komputer. Jika proses otentikasi dan otorisasi berhasil maka proses pelaporan dilakukan, yakni dengan mencatat semua aktifitas koneksi user, menghitung durasi waktu dan jumlah transfer data dilakukan oleh user. Proses pelaporan yang dilakukan server Radius bisa dalam bentuk waktu (detik, menit, jam, dll) maupun dalam bentuk besar transfer data (Byte, KByte, Mbyte) (Anonim-B, 2006). Software server Radius yang digunakan dalam penelitian ini adalah Freeradius yang bersifat modular dan memiliki banyak fitur. Freeradius merupakan software server yang berbasis pada open source dan berlisensi GPL.
2.      Konsep cara kerja secara singkat
Gateway router akan mengarahkan user pada halaman login dan memaksa untuk melakukan otentifikasi atau payment terlebih dahulu (jika diimplementasikan system akunting) sebelum user mengakses external network, otentifikasi yang dilakukan user pada form login yg disebut captive portal, lalu user dan password yang diisikan kedalam form tersebut akan disingkronkan dengan user yang ada pada server radius.
Kelebihan dan Kelemahan RADIUS
Beberapa kelebihan yang diberikan oleh protokol RADIUS yaitu :
1) Menjalankan sistem administrasi terpusat,
2) Protokol connectionless berbasis UDP yang tidak menggunakan koneksi langsung,
3) Mendukung autentikasi Password Authentication Protocol (PAP) dan Challenge
4) Handshake Authentication Protocol (CHAP) Password melalui PPP.

Pada protokol RADIUS juga masih ditemukan beberapa kelemahan seperti :
1) Tidak adanya autentikasi dan verifikasi terhadap access request,
2) Tidak sesuai digunakan pada jaringan dengan skala yang besar,
3) MD5 dan shared secret; metode shared secret sudah berisiko untuk diterapkan, hal ini dikarenakan lemahnya MD5 hash yang menyimpan tanggapan autentikator sehingga Hacker / penyusup dapat dengan mudah mengetahui paket access-request beserta tanggapannya dengan cara melakukan penghitungan awal terhadap perhitungan MD5,
4) Pemecahan password ; skema proteksi password yang dipakai adalah stream-chiper, dimana MD5 digunakan sebagai sebuah ad hoc pseudorandom number generator (PRNG). 16 oktet pertama bertindak sebagai sebuah synchronous stream chiper dan yang menjadi masalah adalah keamanan dari cipher ini
3.      User Manager
UserManager merupakan fitur AAA server yang dimiliki oleh Mikrotik. Sesuai kepanjangan AAA (Authentication, Authorization dan Accounting), UserManager memiliki DataBase yang bisa digunakan untuk melakukan autentikasi user yang login kedalam network kita, memberikan kebijakan terhadap user tersebut misalnya limitasi transfer rate, dan juga perhitungan serta pembatasan quota yang dilakukan user kita nantinya.
UserManager ini akan memudahkan kita yang ingin membuat layanan internet publik secara luas, misalnya hotspot-hotspot di cafe, mall, hotel dan sebagainya, karena dengan menggunakan UserManager ini kita cukup membuat 1 account user, dan account user tersebut bisa digunakan atau diakses dari router-router Hotspot yang sudah kita pasang.
Informasi service yang bisa kita simpan dalam database UserManager meliputi:
HotSpot users.
PPP (PPtP/PPPoE) users.
DHCP Lease.
Wireless AccessList.
RouterOS users.
4.      Tipe autentikasi pada security profile
A.    WEP
WEP adalah security untuk wireless yang agak lama. Tipe security ini mudah untuk dicrack atau di sadap orang luar. WEP menggunakan 64bit dan 128bit. Ada dua cara untuk memasukkan WEP key, apakah Anda setkan sendiri atau generate menggunakan passphrase.Passphrase akan generate otomatis WEP key untuk Anda bila Anda masukkan abjad dan tekan generate. Untuk pengatahuan Anda, ia hanya bisa memasukkan 0-9 dan AF (hexadecimal).Panjang key tergantung jenis securiy Anda, jika 64bit, Anda masukkan 10key, dan untuk 128key Anda kena masukkan 26key. Tak bisa kurang dan lebih.
B.     WPA-PSK
WPA-PSK adalah security yang lebih update dari WEP. WPA-PSK memiliki decryption yang ada pada WEP. Bahkan ia menambahkan security yang lebih pada wireless Anda. WPA-PSK masih bisa dicrack atau disadap, tetapi memakan waktu lebih lama dari WEP. Panjang key adalah 8-63, Anda bisa memasukkan apakah 64 hexadecimal atau ASCII (seperti biasa).
C.     WPA2-PSK
WPA2-PSK adalah security terbaru untuk wireless, dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk dicrack atau disadap tetapi sangat memakan banyak waktu. Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan sehingga lebih baik Anda menggunakan AES. Panjang key adalah 8-63, Anda bisa memasukkan apakah 64 hexadecimal atau ASCII (seperti biasa).

Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma

PSAD (Port Scanner Attack Detector)



            Psad merupakan suatu software yang pada dasarnya merupaka suatu tools untuk melakukan log analysis dengan menggunakan pesan-pesan log iptables untuk mendeteksi, memberikan alert kepada admin dan (secara opsional) dapat mem-blok suatu port scans dan traffic mencurigakan lainnya (IDS/Intrusion Detection System) . Untuk TCP Scans, psad menganalisis TCP Flags untuk menentukan tipe scan (syn, fin, xmas, dan lain-lain) dan opsi command line yang bersangkutan agar nmap melakukan scan tersebut. Psad memasukkan banyak signature dari Snort IDS untuk mendeteksi probes dari berbagai macam backdoor programs (contoh EvilFTP, SubSeven), DDoS tools (mstream, shaft) dan advanced port scans (FIN, NULL, XMAS) yang dimana mudah dilakukan terhadap sistem dengan menggunakan nmap. Cara kerja psad secara umum adalah psad membaca semua iptables log data secara default yang disimpan pada file /var/log/messages.
            Dengan men-parsing (menerjemahkan) firewall log messages, psad menyediakan dengan data yang merepresentasikan paket-paket yang telah di-log (dan mungkin di drop) oleh policy dan rules iptables yang berjalan. Dengan kata lain, psad diberi masukan dengan sebuah data stream murni yang secara eksklusif mengandung paket-paket yang oleh firewall ditentukan tidak cocok untuk masuk ke dalam jaringan. Psad terdiri dari tiga daemons (modul/program yang berjalan di system), yaitu psad,kmsgsd, dan psadwatchd. Berikut merupakan penjelasan lebih detilnya:
1.      Psad
Psad bertanggung jawab untuk memproses semua paket yang telah di-log oleh firewall dan mengaplikasikan signature logic dengan tujuan agar dapat menentukan tipe scan/serangan apa yang digunakan kepada sistem atau jaringan.
2.      Kmsgsd
Kmsgsd bertanggung jawab untuk membaca semua pesan yang telah ditulis pada /var/lib/psad/psadfifo yang bernama pipe dan menulis pesan apapun yang cocok terhadap suatu regular expression (atau string) ke /var/log/psad/fwdata. Kmsgsd hanya digunakan jika variabel ENABLE_SYSLOG_FILE disabled pada psad.conf .
3.      Psadwatchd

Psadwatchd merupakan sebuah software watchdog (pengawas) yang akan menrestart kedua daemon yang lain ketika daemon tersebut mengalami kegagalan/mati karena suatu alasan. Psad pertama kali dikembangkan pada akhir tahun 1999 yang dimana pada saat itu masih bagian dari software project Bastille Linux, yang dimana dimulai ketika tim pengembangan memutuskan bahwa Bastille seharusnya menawarkan sebuah komponen NIDS yang ringan. Pada waktu yang sama, Peter Watkins juga sedangkan mengembangkan script firewall yang bagus yang masih dibundel dengan Bastille sampai sekarang, sehingga merupakan hal yang alami untuk melakukan langkah selanjutnya untuk mngembangkan sebuah tools IDS berdasarkan informasi yang disediakan dalam log iptables. Pada tahun 2001, Michael Rash memisahkan proyek Bastille-NIDS menjadi proyeknya sendiri yang dimana dapat berjalan dengan sendirinya tanpa dibutuhkan Bastille harus diinstal pada sistem, dan proyek tersebut bernama Port Attack Scanner Detector (Psad).

Sumber : Modul Pandual JKL 2016 Universitas Gunadarma