Perintah mikrotik sebenarnya hampir sama dengan perintah yang ada dilinux, sebab pada dasarnya mikrotik ini merupakan kernel Linux, hasil pengolahan kembali Linux dari Distribusi Debian. Pemakaian perintah shellnya sama, seperti penghematan perintah, cukup menggunakan tombol TAB di keyboard maka perintah yang panjang, tidak perlu lagi diketikkan, hanya ketikkan awal nama perintahnya, nanti secara otomatis Shell akan menampilkan sendiri perintah yang berkenaan. Misalnya perintah IP ADDRESS di mikrotik. Cukup hanya mengetikkan IP ADD spasi tekan tombol TAB, maka otomatis shell akan mengenali dan menterjemahkan sebagai perintah IP ADDRESS.
Akses MikroTik
Ada 4 cara pengaksesan Mikrotik Router, antara lain :
1. Via Console/Command Mikrotik a.Manfaatkan auto compile (mirip bash auto complete di linux), yaitu dengan menekan tombol TAB dikeyboard untuk mengetahui/melengkapi daftar perintah selanjutnya. Contoh:
Jenis router board maupun PC bisa kita akses langsung via console/shell maupun remote akses menggunakan PUTTY (www.putty.nl).
Tips Command:
Cukup ketikkan Ip Fir >>> lalu tekan TAB >>> maka otomatis shell akan melengkapi menjadi Ip Firewall. Lalu ketik “..” (titik dua) untuk kembali ke sub menu diatasnya, dan ketik “/” untuk kembali ke root menu.
Putty
2. Via Web Browser
Mikrotik bisa juga diakses via web/port 80 pada browser. Contoh: ketik di browser IP mikrotik kita: 192.168.1.1.
Mikrotik Via Web
3. Via Winbox
Mikrotik bisa juga diakses/remote menggunakan tool winbox (utility sederhana di windows yang sangat praktis dan cukup mudah digunakan).
Tampilan awal menampilkan winbox seperti dibawah ini:
Via WinBox
4. Via Telnet
Kita dapat me-remote Mikrotik menggunakan telnet melalui program aplikasi command prompt (cmd) yang ada pada windows. Namun, pengunaan telnet tidak dianjurkan dalam jaringan karena masalah keamanannya.
Contoh: c:\>telnet 192.168.2.1
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
About me
- hadyan's blog
- Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Minggu, 27 November 2016
MikroTik
1. Pengenalan MikroTik
MikroTik RouterOS™ merupakan sistem operasi yang diperuntukkan sebagai network router.Disesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunannya. Administrasinya bias dilakukan melalui Windows application (WinBox), webbrowser serta via remote Shell (telnet dan SSH). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut:
1.Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
2.Statefull firewall
3.HotSpot for Plug-and-Play access
4.Remote Winbox GUI admin
2. Sejarah MikroTik
Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully yang berkebangsaan Amerika Serikat berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanika di sekitar tahun 1995. Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia.Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitarempat ratusan pelanggannya. Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
3. Jenis – Jenis MikroTik
Berdasarkan bentuk hardware yang di gunakan, mikrotik dapat digolongkan dalam dua jenis. Dua jenis tersebut adalah :
1. Mikrotik RouterOS™
Adalah versi MikroTik dalam bentuk perangkat lunak yang dapat diinstal pada Personal Computer (PC) melalui CD. File yang dibutuhkan dapat diunduh dalam bentuk file image MikroTik RouterOS dari website resmi MikroTik, www.mikrotik.com. Namun, file image ini merupakan versi trial MikroTik yang hanya dapat dalam waktu 24 jam saja. Untuk dapat menggunakannya secara full time, harus membeli lisensi key dengan catatan satu lisensi hanya untuk satu harddisk.
2. Build in Hardware Mikrotik
Merupakan MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router, atau sering disebut routerBoard, yang di dalamnya sudah terinstal sistem operasi MikroTik RouterOS. Untuk versi ini, lisensi sudah termasuk dalam board MkroTik. Pada Router board ini penguna langsung dapat memakainya, tanpa harus melakukan insatalasi sistem operasi. Router Board ini dikemas dalam beberapa bentuk dan kelengkapannya sendiri sendiri. Ada yang difungsikan sebagai Indoor Router, Outdoor Router maupun ada yang dilengkapi dengan wireless router.
4. Level RouterOS dan Kemampuannya
Mikrotik RouterOS hadir dalam berbagai level. Tiap level memiliki kemampuannya masing-masing, mulai dari level 3, hingga level 6. Secara singkat, level 3 digunakan untuk router berinterface ethernet, level 4 untuk wireless client atau serial interface, level 5 untuk wireless AP, dan level 6 tidak mempunyai limitasi apapun.
Untuk aplikasi hotspot, bisa digunakan level 4 (200 user), level 5 (500 user) dan level 6 (unlimited user).
Detail perbedaan masing-masing level dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
PerbedaanLevel RouterOS
5. Sistem Level Lisensi Mikrotik
Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
• Level 0 (gratis): tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
• Level 1 (demo): pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
• Level 3: sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
• Level 4: sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
• Level 5: mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
• Level 6: mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.
6. Istilah – istilah dalam MikroTik RouterOS
Berikut beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan mikrotik :
1.System : Packet yang wajib diinstall karena merupakan inti dari system mikrotik
2.PPP : Untuk membuat Point to Point Protocol Server
3.dhcp : Packet yang dibutuhkan apabila ingin membuat dhcp-server atau untuk mendapatkan dynamic ip address
4.Advanced tool : Tools tambahan seperti ip-scan, bandwidth test dan lainnya.
5.arlan : Packet untuk konfigurasi chipset wireless aironet arlan
6.gps : Packet untuk support GPS Device
7.hotspot : Packet untuk membuat hotspot gateway, seperti authentication , traffic quota dan SSL
8.hotspot –fix : Tambahan packet hotspot
9.isdn : Packet untuk isdn server dan isdn client membutuhkan packet PPP
10.lcd : Packet untuk customize port lcd
11. ntp : Packet untuk ntp server dan ntp client
12.radiolan : Driver for legacy RadioLAN cards
13.Routerboard : Routerboard spesifikasi BIOS
14.Routing : Packet untuk routing OSPF, BGP dan static
15.Routing-test : Packet tambahan ( optional )
16.security : Packet untuk mendukung ssh dan ip sec
17.synchronous : Untuk synchronous dengan device lain
18.telephony : Packet for VOIP ( H.323 )
19.ups : packet for ups monitor seperti alarm
20.user-manager : Packet tool user manager untuk radius server
21.web-proxy : packet untuk setting proxy server
22.web-proxy test : optional
23.wireless : Packet untuk dukung cisco aironet cards
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
MikroTik RouterOS™ merupakan sistem operasi yang diperuntukkan sebagai network router.Disesain untuk memberikan kemudahan bagi penggunannya. Administrasinya bias dilakukan melalui Windows application (WinBox), webbrowser serta via remote Shell (telnet dan SSH). Selain itu instalasi dapat dilakukan pada standard computer PC. PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway. Untuk keperluan beban yang besar (network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai. Fasilitas pada mikrotik antara lain sebagai berikut:
1.Protokoll routing RIP, OSPF, BGP.
2.Statefull firewall
3.HotSpot for Plug-and-Play access
4.Remote Winbox GUI admin
2. Sejarah MikroTik
Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully yang berkebangsaan Amerika Serikat berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanika di sekitar tahun 1995. Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (WLAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Moldova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia.Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitarempat ratusan pelanggannya. Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
3. Jenis – Jenis MikroTik
Berdasarkan bentuk hardware yang di gunakan, mikrotik dapat digolongkan dalam dua jenis. Dua jenis tersebut adalah :
1. Mikrotik RouterOS™
Adalah versi MikroTik dalam bentuk perangkat lunak yang dapat diinstal pada Personal Computer (PC) melalui CD. File yang dibutuhkan dapat diunduh dalam bentuk file image MikroTik RouterOS dari website resmi MikroTik, www.mikrotik.com. Namun, file image ini merupakan versi trial MikroTik yang hanya dapat dalam waktu 24 jam saja. Untuk dapat menggunakannya secara full time, harus membeli lisensi key dengan catatan satu lisensi hanya untuk satu harddisk.
2. Build in Hardware Mikrotik
Merupakan MikroTik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router, atau sering disebut routerBoard, yang di dalamnya sudah terinstal sistem operasi MikroTik RouterOS. Untuk versi ini, lisensi sudah termasuk dalam board MkroTik. Pada Router board ini penguna langsung dapat memakainya, tanpa harus melakukan insatalasi sistem operasi. Router Board ini dikemas dalam beberapa bentuk dan kelengkapannya sendiri sendiri. Ada yang difungsikan sebagai Indoor Router, Outdoor Router maupun ada yang dilengkapi dengan wireless router.
4. Level RouterOS dan Kemampuannya
Mikrotik RouterOS hadir dalam berbagai level. Tiap level memiliki kemampuannya masing-masing, mulai dari level 3, hingga level 6. Secara singkat, level 3 digunakan untuk router berinterface ethernet, level 4 untuk wireless client atau serial interface, level 5 untuk wireless AP, dan level 6 tidak mempunyai limitasi apapun.
Untuk aplikasi hotspot, bisa digunakan level 4 (200 user), level 5 (500 user) dan level 6 (unlimited user).
Detail perbedaan masing-masing level dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
PerbedaanLevel RouterOS
5. Sistem Level Lisensi Mikrotik
Mikrotik bukanlah perangkat lunak yang gratis jika anda ingin memanfaatkannya secara penuh, dibutuhkan lisensi dari MikroTikls untuk dapat menggunakanya alias berbayar. Mikrotik dikenal dengan istilah Level pada lisensinya. Tersedia mulai dari Level 0 kemudian 1, 3 hingga 6, untuk Level 1 adalah versi Demo Mikrotik dapat digunakan secara gratis dengan fungsi-fungsi yang sangat terbatas. Tentunya setiap level memilki kemampuan yang berbeda-beda sesuai dengan harganya, Level 6 adalah level tertinggi dengan fungsi yang paling lengkap. Secara singkat dapat digambarkan jelaskan sebagai berikut:
• Level 0 (gratis): tidak membutuhkan lisensi untuk menggunakannya dan penggunaan fitur hanya dibatasi selama 24 jam setelah instalasi dilakukan.
• Level 1 (demo): pada level ini kamu dapat menggunakannya sbg fungsi routing standar saja dengan 1 pengaturan serta tidak memiliki limitasi waktu untuk menggunakannya.
• Level 3: sudah mencakup level 1 ditambah dengan kemampuan untuk menajemen segala perangkat keras yang berbasiskan Kartu Jaringan atau Ethernet dan pengelolan perangkat wireless tipe klien.
• Level 4: sudah mencakup level 1 dan 3 ditambah dengan kemampuan untuk mengelola perangkat wireless tipe akses poin.
• Level 5: mencakup level 1, 3 dan 4 ditambah dengan kemampuan mengelola jumlah pengguna hotspot yang lebih banyak.
• Level 6: mencakup semua level dan tidak memiliki limitasi apapun.
6. Istilah – istilah dalam MikroTik RouterOS
Berikut beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan mikrotik :
1.System : Packet yang wajib diinstall karena merupakan inti dari system mikrotik
2.PPP : Untuk membuat Point to Point Protocol Server
3.dhcp : Packet yang dibutuhkan apabila ingin membuat dhcp-server atau untuk mendapatkan dynamic ip address
4.Advanced tool : Tools tambahan seperti ip-scan, bandwidth test dan lainnya.
5.arlan : Packet untuk konfigurasi chipset wireless aironet arlan
6.gps : Packet untuk support GPS Device
7.hotspot : Packet untuk membuat hotspot gateway, seperti authentication , traffic quota dan SSL
8.hotspot –fix : Tambahan packet hotspot
9.isdn : Packet untuk isdn server dan isdn client membutuhkan packet PPP
10.lcd : Packet untuk customize port lcd
11. ntp : Packet untuk ntp server dan ntp client
12.radiolan : Driver for legacy RadioLAN cards
13.Routerboard : Routerboard spesifikasi BIOS
14.Routing : Packet untuk routing OSPF, BGP dan static
15.Routing-test : Packet tambahan ( optional )
16.security : Packet untuk mendukung ssh dan ip sec
17.synchronous : Untuk synchronous dengan device lain
18.telephony : Packet for VOIP ( H.323 )
19.ups : packet for ups monitor seperti alarm
20.user-manager : Packet tool user manager untuk radius server
21.web-proxy : packet untuk setting proxy server
22.web-proxy test : optional
23.wireless : Packet untuk dukung cisco aironet cards
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
MANAJEMEN BANDWITH
1. Pengertian Bandwidth
Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.
Dalam dunia web hosting, bandwidth capacity (kapasitas lebarpita) diartikan sebagai nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB per bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.
2. Manfaat dan Tujuan Manajemen Bandwidth
Manajemen bandwidth adalah proses memberikan alokasi saluran yang digunakan untuk proses upload maupun download agar qualitas layanan yang dijalankan berjalan dengan baik Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengatur trafik, diantaranya adalah:
1.Discard Packet, yaitu membuang trafik yang telah melewati batas parameter tertentu yang telah ditetapkan.
2.TCP rate control, yaitu mengatur transmisi data berdasarkan pengaturan besarnya ukuran window TCP. Sesuai dengan namanya maka metode ini hanya berjalan untuk aplikasi berbasiskan protokol TCP.
3.Queueing, mengklasifikasikan paket, selanjutnya menempatkan paket pada antriannya dan kemudian dilakukan penjadwalan pengiriman. Pada metode ini terdapat banyak algoritma yang dapat digunakan untuk mengatur trafik misalnya RED, CBQ, HTB,PCQ dll.
Manfaat yang dari manajemen bandwidth adalah :
1.Semua komputer dapat menggunakan internet dengan lancar dan stabilwalaupun semua unit komputer menggunakan internet dalam waktu yangbersamaan.
2.Semua bagian unit komputer mendapatkan bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksi internet.
3.Memaksimalkan Bandwidth di semua unit komputer.
4.Membantu admin dalam mengontrol bandwidth.
3. Manajemen Bandwidth pada MikroTik
Dengan MikroTik ini kita bisa mengatur manajemen bandwidth di jaringan local kita. Dengan kata lain digunakan untuk bandwidth limiter (queue), yaitu untuk mengontrol mekanisme alokasi data rate. Secara umum terdapat 2 jenis manajemen bandwidth pada MikroTik, yaitu queue tree dan queue simple.
4. Manajemen Bandwidth Menggunakan Simple Queue
Manajemen bandwidth dengan metode Queue Simple umumnya ditujukan untuk melimit bandwidth per IP Address. Contohnya anda langganan internet Speedy 1Mbps, anda mempunyai 10 PC, maka kecepatan 1Mbps itu akan anda bagi dengan 10 PC
Manajemen Bandwidth
Dari perhitungan diatas menunjuwkan bahwa kecepatan maksimal untuk setiap PC adalah 102 Kbits/second. Jika dari ke 10 PC tersebut, yang online hanya 1 PC saja, maka bandwidth yang didapat adalah tetap 102 Kbps. Dalam arti sisa bandwidth yang tidak digunakan tidak terpakai.
5. Manajemen Bandwidth Menggunakan Queue Tree
Manajemen bandwidth dengan metode Queue Tree umumnya ditujukan untuk melimit bandwidth secara keseluruhan ( bukan per IP Address tetapi keseluruhan IP Address). Contohnya anda langganan internet Speedy 1Mbps, anda mempunyai 10 PC. Maka kecepatan 1Mbps itu akan anda bagi rata ke setiap PC, dengan catatan jika dari 10 PC tersebut yang online hanya 1 PC saja, maka bandwidth yang didapat adalah 1Mbps. Dalam arti bandwidth yang tidak terpakai dapat digunakan.
Manajemen Bandwidth Dengan Queue Tree
6. Manajemen Bandwidth Berdasarkan Jenis File dan Waktu Akses
Selain kedua konfigurasi diatas, MikroTik juga dapat melakukan pembatasan bandwith berdasarkan jenis file maupun waktu akses. Disini akan dibahas manajemen berdasarkan jenis file secara sederhana. Dimana setiap file untuk ekstensi tertemtu akan dibatasi kecepatan aksesnya.
A. Cara kerja Layer 7 Protocol
Cara kerja L7 adalah mencocokkan (mathcer) 10 paket koneksi pertama atau 2KB koneksi pertama dan mencari pola/pattern data yang sesuai dengan yang tersedia. Jika pola ini tidak ditemukan dalam data yang tersedia, matcher tidak memeriksa lebih lanjut. Dan akan dianggap unknown connections. Anda harus mempertimbangkan bahwa banyak koneksi secara signifikan akan meningkatkan penggunaan memori pada RB maupun PC Router anda. Untuk menghindari hal tersebut, maka tambahkan regular firewall matchers (pattern) untuk mengurangi jumlah data yang dikirimkan ke layer-7 filter.
Layer 7 matcher harus melihat kedua arah lalu lintas (masuk dan keluar). Untuk memenuhi persyaratan ini rule L7 harus diatur dalam chain Forward. Jika rule pada chain input/prerouting, maka aturan yang sama juga harus diatur dalam chain output/postrouting, jika tidak, maka data mungkin dianggap tidak lengkap sehingga pola/pattern dianggap tidak benar/cocok.
B. Arti Perintah Regexp
1.Karakter meta | (Garis Vertikal) Karakter | : menjadikan karakter meta text sebagai pilihan pada pola untuk di cocokan dengan sumber.
2.Karakter [dan] kurung siku buka dan tutup : pada prinsipnya tanda kurung siku buka dan tutup sama dengan karakter | yaitu memberikan pilihan.
3.Karakter titik (.) : untuk mewakili sebuah karakter tunggal apapun
4.Karakter + (tambah)meta + : untuk mewakili setidaknya satu dari sekelompok karakter dari kiri tanda + tersebut
5.Karakter * (bintang) : Fungsinya sama dengan tanda +, bedanya pada tanda asterik ini karakter di sebelah kiri boleh ada atau tidak
6.Karakter ^ : hanya berarti narasi jika di gunakan di awal karakter yang ada dalam kurung siku, sedangkan jika ada di luar kurung siku akan berarti “di awal”
7.Karakter { dan } (tutup dan buka kurawal) : untuk menangani pengulangan karakter di sebelah kiri tanda.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
Bandwidth adalah luas atau lebar cakupan frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam medium transmisi. Dalam kerangka ini, Bandwidth dapat diartikan sebagai perbedaan antara komponen sinyal frekuensi tinggi dan sinyal frekuensi rendah. frekuensi sinyal diukur dalam satuan Hertz. sinyal suara tipikal mempunyai Bandwidth sekitar 3 kHz, analog TV broadcast (TV) mempunyai Bandwidth sekitar 6 MHz.
Bandwidth (lebarpita) dalam ilmu komputer adalah suatu penghitungan konsumsi data yang tersedia pada suatu telekomunikasi. Dihitung dalam satuan bits per seconds (bit per detik). Perhatikan bahwa bandwidth yang tertera komunikasi nirkabel, modem transmisi data, komunikasi digital, elektronik, dll, adalah bandwidth yang mengacu pada sinyal analog yang diukur dalam satuan hertz (makna asli dari istilah tersebut) yang lebih tepat ditulis bitrate daripada bits per second.
Dalam dunia web hosting, bandwidth capacity (kapasitas lebarpita) diartikan sebagai nilai maksimum besaran transfer data (tulisan, gambar, video, suara, dan lainnya) yang terjadi antara server hosting dengan komputer klien dalam suatu periode tertentu. Contohnya 5 GB per bulan, yang artinya besaran maksimal transfer data yang bisa dilakukan oleh seluruh klien adalah 5 GB, jika bandwidth habis maka website tidak dapat dibuka sampai dengan bulan baru. Semakin banyak fitur di dalam website seperti gambar, video, suara, dan lainnya, maka semakin banyak bandwidth yang akan terpakai.
2. Manfaat dan Tujuan Manajemen Bandwidth
Manajemen bandwidth adalah proses memberikan alokasi saluran yang digunakan untuk proses upload maupun download agar qualitas layanan yang dijalankan berjalan dengan baik Ada beberapa metode yang digunakan untuk mengatur trafik, diantaranya adalah:
1.Discard Packet, yaitu membuang trafik yang telah melewati batas parameter tertentu yang telah ditetapkan.
2.TCP rate control, yaitu mengatur transmisi data berdasarkan pengaturan besarnya ukuran window TCP. Sesuai dengan namanya maka metode ini hanya berjalan untuk aplikasi berbasiskan protokol TCP.
3.Queueing, mengklasifikasikan paket, selanjutnya menempatkan paket pada antriannya dan kemudian dilakukan penjadwalan pengiriman. Pada metode ini terdapat banyak algoritma yang dapat digunakan untuk mengatur trafik misalnya RED, CBQ, HTB,PCQ dll.
Manfaat yang dari manajemen bandwidth adalah :
1.Semua komputer dapat menggunakan internet dengan lancar dan stabilwalaupun semua unit komputer menggunakan internet dalam waktu yangbersamaan.
2.Semua bagian unit komputer mendapatkan bandwidth sesuai dengan kebutuhan koneksi internet.
3.Memaksimalkan Bandwidth di semua unit komputer.
4.Membantu admin dalam mengontrol bandwidth.
3. Manajemen Bandwidth pada MikroTik
Dengan MikroTik ini kita bisa mengatur manajemen bandwidth di jaringan local kita. Dengan kata lain digunakan untuk bandwidth limiter (queue), yaitu untuk mengontrol mekanisme alokasi data rate. Secara umum terdapat 2 jenis manajemen bandwidth pada MikroTik, yaitu queue tree dan queue simple.
4. Manajemen Bandwidth Menggunakan Simple Queue
Manajemen bandwidth dengan metode Queue Simple umumnya ditujukan untuk melimit bandwidth per IP Address. Contohnya anda langganan internet Speedy 1Mbps, anda mempunyai 10 PC, maka kecepatan 1Mbps itu akan anda bagi dengan 10 PC
Manajemen Bandwidth
Dari perhitungan diatas menunjuwkan bahwa kecepatan maksimal untuk setiap PC adalah 102 Kbits/second. Jika dari ke 10 PC tersebut, yang online hanya 1 PC saja, maka bandwidth yang didapat adalah tetap 102 Kbps. Dalam arti sisa bandwidth yang tidak digunakan tidak terpakai.
5. Manajemen Bandwidth Menggunakan Queue Tree
Manajemen bandwidth dengan metode Queue Tree umumnya ditujukan untuk melimit bandwidth secara keseluruhan ( bukan per IP Address tetapi keseluruhan IP Address). Contohnya anda langganan internet Speedy 1Mbps, anda mempunyai 10 PC. Maka kecepatan 1Mbps itu akan anda bagi rata ke setiap PC, dengan catatan jika dari 10 PC tersebut yang online hanya 1 PC saja, maka bandwidth yang didapat adalah 1Mbps. Dalam arti bandwidth yang tidak terpakai dapat digunakan.
Manajemen Bandwidth Dengan Queue Tree
6. Manajemen Bandwidth Berdasarkan Jenis File dan Waktu Akses
Selain kedua konfigurasi diatas, MikroTik juga dapat melakukan pembatasan bandwith berdasarkan jenis file maupun waktu akses. Disini akan dibahas manajemen berdasarkan jenis file secara sederhana. Dimana setiap file untuk ekstensi tertemtu akan dibatasi kecepatan aksesnya.
A. Cara kerja Layer 7 Protocol
Cara kerja L7 adalah mencocokkan (mathcer) 10 paket koneksi pertama atau 2KB koneksi pertama dan mencari pola/pattern data yang sesuai dengan yang tersedia. Jika pola ini tidak ditemukan dalam data yang tersedia, matcher tidak memeriksa lebih lanjut. Dan akan dianggap unknown connections. Anda harus mempertimbangkan bahwa banyak koneksi secara signifikan akan meningkatkan penggunaan memori pada RB maupun PC Router anda. Untuk menghindari hal tersebut, maka tambahkan regular firewall matchers (pattern) untuk mengurangi jumlah data yang dikirimkan ke layer-7 filter.
Layer 7 matcher harus melihat kedua arah lalu lintas (masuk dan keluar). Untuk memenuhi persyaratan ini rule L7 harus diatur dalam chain Forward. Jika rule pada chain input/prerouting, maka aturan yang sama juga harus diatur dalam chain output/postrouting, jika tidak, maka data mungkin dianggap tidak lengkap sehingga pola/pattern dianggap tidak benar/cocok.
B. Arti Perintah Regexp
1.Karakter meta | (Garis Vertikal) Karakter | : menjadikan karakter meta text sebagai pilihan pada pola untuk di cocokan dengan sumber.
2.Karakter [dan] kurung siku buka dan tutup : pada prinsipnya tanda kurung siku buka dan tutup sama dengan karakter | yaitu memberikan pilihan.
3.Karakter titik (.) : untuk mewakili sebuah karakter tunggal apapun
4.Karakter + (tambah)meta + : untuk mewakili setidaknya satu dari sekelompok karakter dari kiri tanda + tersebut
5.Karakter * (bintang) : Fungsinya sama dengan tanda +, bedanya pada tanda asterik ini karakter di sebelah kiri boleh ada atau tidak
6.Karakter ^ : hanya berarti narasi jika di gunakan di awal karakter yang ada dalam kurung siku, sedangkan jika ada di luar kurung siku akan berarti “di awal”
7.Karakter { dan } (tutup dan buka kurawal) : untuk menangani pengulangan karakter di sebelah kiri tanda.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
MAIL SERVER
1. Pengertian Mail Server
Email merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang dikirim melalui internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada mail server yang berbeda. Email dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan server email dapat diibaratkan sebagai kantor POS. Dengan analogi ini sebuah mail server dapat memiliki banyak account email yang ada didalamnya. Untuk mengirim sebuah email dari alamat email yang satu ke alamat email yang lain digunakan sebauh protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP. Protocol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman email. Dengan demikian semua software email server pasti mendukung protokol ini. SMTP merupakan protokol yang digunakan untuk megirim email (komunikasi antar mail server), dan tidak digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol imap imaps pop3 pop3s Supaya sebuah mail server dapat di akses oleh cliet, dikembangkan sebuah aplikasi dimana client dapat mengakses email dari sebuah email server. IMAP adalah sebuah aplikasi pada layer Internet protokol yang memungkinkan client untuk mengakses email yang ada di server. Selain IMAP ada juga POP3 yang fungsinya sama dengan imap, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara pengaksesan pada server.
2. Sejarah mail server
Sejarah mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1999. Surat elektronik sudah mulai dipakai di tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagai jaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai Negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
3. Program-program Email
Secara umum program atau aplikasi email diklasifikasikan menjada tiga klasifikasi yaitu:
a. Mail Transfer Agent (MTA), Mail Delivery Agent (MDA), dan Mail User Agent (MUA) . Ketiga klasifikasi program email ini masing-masing memiliki tugas dan peran peting dalam proses pergerakan dan manajemen pesan pesan email.
b.Mail User Agent (MUA), mengirimkan /mentransfer email antar komputer dengan menggunakan SMTP. Sebuah pesan email mungkin saja sebelum sampai ketujuan melewati beberapa SMTP server lain. Contoh aplikasi MTA yaitu :Sendmail, Postfix, qmail, exim dll.
c. Mail Delivery Agent(MDA), bekerjasama dengan MTA untuk menagani pesan-pesan email yang datang untuk di letakkan /di distribusikan sesuai pada mailbox user masing-masing.
Di beberapa sistem , program MTA biasanya adalah program MDA juga. Di dalam beberapa kasus , MDA sebenarnya adalah sebuah Local Delivery Agent (LDA) seperti mail atau procmail. Mail User Agent(MUA), merupakan sinonim dari aplikasi email client. Sebuah MUA adalah sebuah program yang memungkinkan user membaca dan membuat pesan-pesan email. Selain itu banyak juga beberapa MUA yang memungkinkan mendownload email melalui protokol POP atau IMAP. Beberapa contoh MUA yaitu Mozilla mail, mutt, pine, Kmail, Netscape Mail, Eudora Microsoft Outlook dll.
4. Protokol layanan E-Mail
Terdapat tiga protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E-Mail :
A. Simple Mail Transfer Protokol (SMTP)
Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3.
B. Post Office Protocol Version 3 (POP3)
Protokol POP yang banyak digunakan saat ini adalah versi 3 atau lebih dikenal sebagai POP3. Peran potokol ini adalah untuk mengambil E-Mail yang tersimpan dalam mailbox tiap user di mail server, yang biasanya juga berfungsi sekaligus sebagai SMTP server. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa SMTP tidak memiliki mekanisme penyimpanan E-Mail ke mailbox dan mendistribusikannya tiap user, sehingga protokol POP3 mengambil peran tersebut. Server POP3 menyimpan sementara E-Mail tiap user di dalam mail boxnya masing-masing sebelum akhirnya didownload oleh user bersangkutan menggunakan klien E-Mail seperti Outlook maupun Eudora. Dalam proses pengambilan tersebut klien E-Mail terhubung ke mail server menggunakan protokol POP3 yang berjalan pada TCP port 110.
C. IMAP (Internet massage access protocol)
IMAP merupakan protocol standar untuk mengakses atau mengambil e-mail dari server dengan kelebihan sebagai berikut :
-Dapat memilih email yang akan diambil
-Membuat folder di server
-Mencari pesan e-mail di server
-Menghapus pesan e-mail yang ada
-Mempertahankan e-mail pada server sehingga e-mail dapat dibuka kembali melalui device yang berbeda
Mail server menggunakan protocol IMAP yang berjalan pada TCP port 143.
5. Cara kerja mail server
Pada email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email adalah POP3(Post Office Protcol) padaport 110 atau IMAP(Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
Cara Kerja Mail Server
Saat mengirim email maka email akan ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan dimasukkan ke dalam queue dan di ‘resend setiap 15menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
Cara Kerja Server & client
Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut.berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda.
6. Kelebihan dan Kekurangan Mail Server
a.Kelebihan
- Lebih menghemat bandwith
- Lebih cepat & efisien
- Mudah mengatur account
- Jika ada masalah dapat ditangani sendiri
b.Kekurangan
- Tidak praktis (infrastruktur, administrasi, dll)
- Keamanan email dari hacker
- Jika email keluar terkadang membutuhkan proses waktu yang lama
- Jika server down dan tidak ada backup maka dapat terjadi kehilangan email.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
Email merupakan sebuah layanan pengiriman surat elektronik yang dikirim melalui internet. Email dikirim dari suatu alamat email yang terdapat pada sebuah mail server kepada alamat email yang lainnya yang terdapat pada mail server yang sama maupun pada mail server yang berbeda. Email dapat dianalogikan dengan kotak surat yang ada di kantor POS sedangkan server email dapat diibaratkan sebagai kantor POS. Dengan analogi ini sebuah mail server dapat memiliki banyak account email yang ada didalamnya. Untuk mengirim sebuah email dari alamat email yang satu ke alamat email yang lain digunakan sebauh protocol (aturan) yaitu Simple Mail Transfer Protocol SMTP. Protocol SMTP telah menjadi aturan dasar yang disepakati untuk pengiriman email. Dengan demikian semua software email server pasti mendukung protokol ini. SMTP merupakan protokol yang digunakan untuk megirim email (komunikasi antar mail server), dan tidak digunakan untuk berkomunikasi dengan client. Sedangkan untuk client, digunakan protokol imap imaps pop3 pop3s Supaya sebuah mail server dapat di akses oleh cliet, dikembangkan sebuah aplikasi dimana client dapat mengakses email dari sebuah email server. IMAP adalah sebuah aplikasi pada layer Internet protokol yang memungkinkan client untuk mengakses email yang ada di server. Selain IMAP ada juga POP3 yang fungsinya sama dengan imap, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda dalam cara pengaksesan pada server.
2. Sejarah mail server
Sejarah mail server yaitu sebelumnya dikenal sebagai VMailer dan IBM Secure Mailer, itu pada awalnya ditulis oleh Wietse Venema selama tinggal di IBM Thomas J. Watson Research Center, dan terus dikembangkan secara aktif hari ini. Postfix pertama kali dirilis pada pertengahan tahun 1999. Surat elektronik sudah mulai dipakai di tahun 1960-an. Pada saat itu Internet belum terbentuk, yang ada hanyalah kumpulan 'mainframe' yang terbentuk sebagai jaringan. Mulai tahun 1980-an, surat elektronik sudah bisa dinikmati oleh khalayak umum. Sekarang ini banyak perusahaan pos di berbagai Negara menurun penghasilannya disebabkan masyarakat sudah tidak memakai jasa pos lagi.
3. Program-program Email
Secara umum program atau aplikasi email diklasifikasikan menjada tiga klasifikasi yaitu:
a. Mail Transfer Agent (MTA), Mail Delivery Agent (MDA), dan Mail User Agent (MUA) . Ketiga klasifikasi program email ini masing-masing memiliki tugas dan peran peting dalam proses pergerakan dan manajemen pesan pesan email.
b.Mail User Agent (MUA), mengirimkan /mentransfer email antar komputer dengan menggunakan SMTP. Sebuah pesan email mungkin saja sebelum sampai ketujuan melewati beberapa SMTP server lain. Contoh aplikasi MTA yaitu :Sendmail, Postfix, qmail, exim dll.
c. Mail Delivery Agent(MDA), bekerjasama dengan MTA untuk menagani pesan-pesan email yang datang untuk di letakkan /di distribusikan sesuai pada mailbox user masing-masing.
Di beberapa sistem , program MTA biasanya adalah program MDA juga. Di dalam beberapa kasus , MDA sebenarnya adalah sebuah Local Delivery Agent (LDA) seperti mail atau procmail. Mail User Agent(MUA), merupakan sinonim dari aplikasi email client. Sebuah MUA adalah sebuah program yang memungkinkan user membaca dan membuat pesan-pesan email. Selain itu banyak juga beberapa MUA yang memungkinkan mendownload email melalui protokol POP atau IMAP. Beberapa contoh MUA yaitu Mozilla mail, mutt, pine, Kmail, Netscape Mail, Eudora Microsoft Outlook dll.
4. Protokol layanan E-Mail
Terdapat tiga protokol utama yang sering digunakan dalam layanan E-Mail :
A. Simple Mail Transfer Protokol (SMTP)
Fungsi utama SMTP adalah menyampaikan E-Mail dari suatu host ke host lainnya dalam jaringan. Protokol ini tidak memiliki kemampuan untuk melakukan penyimpanan dan pengambilan E-Mail dari suatu mailbox. Service SMTP berjalan pada protokol TCP port 25, yang merupakan port standar service SMTP. Karena SMTP tidak memiliki kemampuan penyimpanan E-Mail dalam mailbox, maka diperlukan protokol lain untuk menjalankan fungsi tersebut yaitu POP3 dan IMAP. Dari sisi klien E-Mail, server SMTP merupakan sarana untuk melakukan outgoing connection atau mengirimkan pesan. Sedangkan untuk incoming connection digunakan protokol POP3.
B. Post Office Protocol Version 3 (POP3)
Protokol POP yang banyak digunakan saat ini adalah versi 3 atau lebih dikenal sebagai POP3. Peran potokol ini adalah untuk mengambil E-Mail yang tersimpan dalam mailbox tiap user di mail server, yang biasanya juga berfungsi sekaligus sebagai SMTP server. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa SMTP tidak memiliki mekanisme penyimpanan E-Mail ke mailbox dan mendistribusikannya tiap user, sehingga protokol POP3 mengambil peran tersebut. Server POP3 menyimpan sementara E-Mail tiap user di dalam mail boxnya masing-masing sebelum akhirnya didownload oleh user bersangkutan menggunakan klien E-Mail seperti Outlook maupun Eudora. Dalam proses pengambilan tersebut klien E-Mail terhubung ke mail server menggunakan protokol POP3 yang berjalan pada TCP port 110.
C. IMAP (Internet massage access protocol)
IMAP merupakan protocol standar untuk mengakses atau mengambil e-mail dari server dengan kelebihan sebagai berikut :
-Dapat memilih email yang akan diambil
-Membuat folder di server
-Mencari pesan e-mail di server
-Menghapus pesan e-mail yang ada
-Mempertahankan e-mail pada server sehingga e-mail dapat dibuka kembali melalui device yang berbeda
Mail server menggunakan protocol IMAP yang berjalan pada TCP port 143.
5. Cara kerja mail server
Pada email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email adalah POP3(Post Office Protcol) padaport 110 atau IMAP(Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
Cara Kerja Mail Server
Saat mengirim email maka email akan ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan dimasukkan ke dalam queue dan di ‘resend setiap 15menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
Cara Kerja Server & client
Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut.berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda.
6. Kelebihan dan Kekurangan Mail Server
a.Kelebihan
- Lebih menghemat bandwith
- Lebih cepat & efisien
- Mudah mengatur account
- Jika ada masalah dapat ditangani sendiri
b.Kekurangan
- Tidak praktis (infrastruktur, administrasi, dll)
- Keamanan email dari hacker
- Jika email keluar terkadang membutuhkan proses waktu yang lama
- Jika server down dan tidak ada backup maka dapat terjadi kehilangan email.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
Intrusion Detection System (IDS)
Intrusion Detection System (IDS)
merupakan suatu sistem keamanan yang bekerja dengan cara melakukan pengawasan
terhadap paket yang ada pada jaringan serta pengawasan kegiatan-kegiatan paket
yang mencurigakan dalam jaringan. Jika ditemukan paket atau kegiatan yang
mencurigakan dalam jaringan, IDS secara umum akan memberikan peringatan kepada
sistem atau administrator jaringan. Tetapi secara khusus selain memberi
peringatan kepada sistem atau admin jaringan, secara native IDS dapat juga
reaktif terhadap paket atau kegiatan mencurigakan tersebut. Salah satu caranya
dengan melakukan pemblokiran user atau alamat IP sumber dari paket mencurigakan
tersebut. IDS sendiri terbagi menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Active
and Passive IDS
Active
IDS (atau lebih dikenal dengan Intrusion Prevention System/IPS), merupakan
sebuah sistem yang dikonfigurasi/diatur untuk memblok suatu serangan yang
sedang berlangsung tanpa “ikut campur” pengguna/user. Dengan kata lain, IPS
secara otomatis memblok serangan tersebut tanpa perlu admin turun tangan.
Sedangkan, Passive IDS merupakan sebuah sistem yang dikonfigurasi hanya untuk
memonitor/memantau dan menganalisa aktivitas trafik jaringan dan meng-alert
operator ketika ada celah potensial dan serangan. Passive IDS tidak dapat
secara otomatis melindungi jaringan dengan sendirinya.
2. Network-based
and Host-based IDS
Network-based
IDS terdiri dari sebuah peralatan jaringan (atau sensor) dengan NIC-nya yang
beroperasi dalam mode promiscuous (mode mendengar) dan sebuah management
interface yang terpisah. Host-based IDS membutuhkan program-program kecil (atau
biasa disebut agents) untuk diinstal pada sistem individu untuk dimonitor.
Agents tersebut memonitor sistem operasi dan menulis data untuk mencatat (log)
file dan/atau men-trigger alarms.
3. Knowledged-based
and Behavior-based
Knowledge-based
(atau sering disebut Signature-based) merupakan sebuah IDS yang memiliki basis
data yang berisi profil-profil serangan sebelmnya dan celah sistem yang
diketahui untuk mengidentifikasi usaha penyusupan. Knowledge-based merupakan
IDS yang lebih umum digunakan dibandingkan Behavior-based. Behavior-based (atau
sering disebut Anomaly-based) merupakan IDS yang dimana mendeteksi suatu
penyusupan/serangan dengan cara membandingkan trafik yang sedang discan dengan trafik
dalam keadaan normal. Penyimpangan dari keadaan trafik normal ini yang dianggap
sebagai sebuah serangan.
HOTSPOT
1. Hotspot System
Topologi Hotspot System
Hotspot digunakan untuk melakukan autentikasi pada jaringan local. Autentikasi yang digunakan berdasarkan pada HTTP atau HTTPS protocol dan dapat diakses dengan menggunakan Web Browser. Hotspot sendiri adalah sebuah system yang mengkombinasikan beberapa macam features dari MikroTik RouterOS yang sangat mudah dikonfigurasi. Hotspot System adalah sebuah teknologi autentikasi yang biasa digunakan ketika kita akan menyediakan akses internet pada areal publik, seperti : Hotel, café, airport, taman, mall dll. Teknologi akses internet ini biasanya menggunakan jaringan wireless atau wired. Kita bisa menyediakan akses internet gratis dengan menggunakan hotspot atau bisa juga menggunakan Voucer untuk autentikasinya.
2. Cara Kerja Hotspot System
Ketika kita memcoba membuka sebuah web page maka router yang sudah memiliki hotspot system, akan men cek apakah user sudah di autentikasi pada system hotspot tersebut. Jika belum melakukan autentikasi, maka user akan di arahkan pada hotspot login page yang harus di isikan berupa usernama dan password. Jika informasi login yang dimasukkan sudah benar, maka router akan memasukkan user tersebut kedalam hotspot sytem dan client sudah bisa mengakses halaman web. Selain itu akan muncul popup windows berisi status ip address, byte rate dan time live. Dari urutan proses diatas, maka user sudah bisa mengakses halaman internet melalui hotspot gateway.
3. Keunggulan Hotspot System
Hotpost system digunakan untuk autentikasi user, penggunaan akses internet dapat dihitung berdasarkan waktu dan data yang di download / upload. Selain itu dapat juga dilakukan limitasi bandwidth berdasarkan data rate, total data upload/download atau bisa juga di limit berdasarkan lama pemakaian. Hotspot system juga mendukung system Radius.
Terdapat beberapa metode autentikasi yang berbeda dalam profile setting, jenis autentikasi tersebut adalah:
1. HTTP PAP - Metode yang paling sederhana, yang menunjukkan halaman login HotSpot dan mengharapkan untuk mendapatkan info otentikasi (username dan password yaitu) dalam teks biasa. Perhatikan bahwa password yang tidak dienkripsi saat ditransfer melalui jaringan. Penggunaan lain dari metode ini adalah kemungkinan informasi otentikasi keras-kode di halaman login servlet hanya menciptakan link yang sesuai.
2. HTTP CHAP - metode standar, yang meliputi tantangan CHAP di halaman login. Tantangan CHAP MD5 hash akan digunakan bersama-sama dengan password user untuk menghitung string yang akan dikirim ke gateway HotSpot. Hasil hash (sebagai password) bersama dengan username yang dikirim melalui jaringan ke layanan Hotspot (sehingga, sandi tidak pernah dikirim dalam teks biasa melalui IP jaringan). Pada sisi klien, MD5 algoritma diimplementasikan dalam applet JavaScript, jadi jika browser tidak mendukung JavaScript (seperti, misalnya, Internet Explorer 2.0 atau beberapa browser PDA), tidak akan dapat mengotentikasi pengguna. Hal ini dimungkinkan untuk memungkinkan password yang tidak terenkripsi dapat diterima dengan menghidupkan metode otentikasi HTTP PAP, tetapi tidak direkomendasikan (karena pertimbangan keamanan) untuk menggunakan fitur itu.
3. HTTPS - protokol SSL ini hampir sama seperti HTTP PAP, tetapi menggunakan untuk mengenkripsi transmisi. HotSpot pengguna hanya mengirim passwordnya tanpa tambahan hashing (catatan bahwa tidak ada perlu khawatir tentang paparan plain-text password melalui jaringan, sebagai transmisi itu sendiri dienkripsi). Dalam kedua kasus, metode HTTP POST (jika tidak memungkinkan, maka - HTTP GET method) digunakan untuk mengirim data ke gateway HotSpot.
4. HTTP cookie - setelah setiap login berhasil, ada cookie yang dikirim ke browser web dan sama cookie akan ditambahkan ke daftar cookie HTTP aktif. Lain kali pengguna yang sama akan mencoba untuk log in, web browser akan mengirimkan cookie http. Cookie ini akan dibandingkan dengan yang disimpan pada gateway HotSpot dan hanya jika sumber alamat MAC dan ID secara acak yang dihasilkan sesuai dengan yang tersimpan pada gateway, pengguna akan secara otomatis login menggunakan informasi login (Username dan pasangan password) digunakan bila ada cookie yang pertama kali dihasilkan. Jika tidak, user akan diminta untuk login, dan di otentikasi kasus berhasil, cookie lama akan dihapus dari lokal HotSpot daftar cookie aktif dan yang baru dengan ID acak yang berbeda dan waktu kedaluwarsa akan ditambahkan ke daftar dan dikirim ke web browser. Hal ini juga memungkinkan untuk menghapus cookie di logoff user manual (tidak di halaman server default). Metode ini hanya dapat digunakan bersama dengan HTTP PAP, HTTP CHAP atau metode HTTPS karena akan ada apa-apa untuk menghasilkan cookie di tempat pertama sebaliknya. MAC address - mencoba untuk mengotentikasi klien segera setelah mereka muncul di daftar host (yaitu, segera setelah mereka telah mengirim paket apapun ke server HotSpot), klien menggunakan alamat MAC sebagai username.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
Topologi Hotspot System
Hotspot digunakan untuk melakukan autentikasi pada jaringan local. Autentikasi yang digunakan berdasarkan pada HTTP atau HTTPS protocol dan dapat diakses dengan menggunakan Web Browser. Hotspot sendiri adalah sebuah system yang mengkombinasikan beberapa macam features dari MikroTik RouterOS yang sangat mudah dikonfigurasi. Hotspot System adalah sebuah teknologi autentikasi yang biasa digunakan ketika kita akan menyediakan akses internet pada areal publik, seperti : Hotel, café, airport, taman, mall dll. Teknologi akses internet ini biasanya menggunakan jaringan wireless atau wired. Kita bisa menyediakan akses internet gratis dengan menggunakan hotspot atau bisa juga menggunakan Voucer untuk autentikasinya.
2. Cara Kerja Hotspot System
Ketika kita memcoba membuka sebuah web page maka router yang sudah memiliki hotspot system, akan men cek apakah user sudah di autentikasi pada system hotspot tersebut. Jika belum melakukan autentikasi, maka user akan di arahkan pada hotspot login page yang harus di isikan berupa usernama dan password. Jika informasi login yang dimasukkan sudah benar, maka router akan memasukkan user tersebut kedalam hotspot sytem dan client sudah bisa mengakses halaman web. Selain itu akan muncul popup windows berisi status ip address, byte rate dan time live. Dari urutan proses diatas, maka user sudah bisa mengakses halaman internet melalui hotspot gateway.
3. Keunggulan Hotspot System
Hotpost system digunakan untuk autentikasi user, penggunaan akses internet dapat dihitung berdasarkan waktu dan data yang di download / upload. Selain itu dapat juga dilakukan limitasi bandwidth berdasarkan data rate, total data upload/download atau bisa juga di limit berdasarkan lama pemakaian. Hotspot system juga mendukung system Radius.
Terdapat beberapa metode autentikasi yang berbeda dalam profile setting, jenis autentikasi tersebut adalah:
1. HTTP PAP - Metode yang paling sederhana, yang menunjukkan halaman login HotSpot dan mengharapkan untuk mendapatkan info otentikasi (username dan password yaitu) dalam teks biasa. Perhatikan bahwa password yang tidak dienkripsi saat ditransfer melalui jaringan. Penggunaan lain dari metode ini adalah kemungkinan informasi otentikasi keras-kode di halaman login servlet hanya menciptakan link yang sesuai.
2. HTTP CHAP - metode standar, yang meliputi tantangan CHAP di halaman login. Tantangan CHAP MD5 hash akan digunakan bersama-sama dengan password user untuk menghitung string yang akan dikirim ke gateway HotSpot. Hasil hash (sebagai password) bersama dengan username yang dikirim melalui jaringan ke layanan Hotspot (sehingga, sandi tidak pernah dikirim dalam teks biasa melalui IP jaringan). Pada sisi klien, MD5 algoritma diimplementasikan dalam applet JavaScript, jadi jika browser tidak mendukung JavaScript (seperti, misalnya, Internet Explorer 2.0 atau beberapa browser PDA), tidak akan dapat mengotentikasi pengguna. Hal ini dimungkinkan untuk memungkinkan password yang tidak terenkripsi dapat diterima dengan menghidupkan metode otentikasi HTTP PAP, tetapi tidak direkomendasikan (karena pertimbangan keamanan) untuk menggunakan fitur itu.
3. HTTPS - protokol SSL ini hampir sama seperti HTTP PAP, tetapi menggunakan untuk mengenkripsi transmisi. HotSpot pengguna hanya mengirim passwordnya tanpa tambahan hashing (catatan bahwa tidak ada perlu khawatir tentang paparan plain-text password melalui jaringan, sebagai transmisi itu sendiri dienkripsi). Dalam kedua kasus, metode HTTP POST (jika tidak memungkinkan, maka - HTTP GET method) digunakan untuk mengirim data ke gateway HotSpot.
4. HTTP cookie - setelah setiap login berhasil, ada cookie yang dikirim ke browser web dan sama cookie akan ditambahkan ke daftar cookie HTTP aktif. Lain kali pengguna yang sama akan mencoba untuk log in, web browser akan mengirimkan cookie http. Cookie ini akan dibandingkan dengan yang disimpan pada gateway HotSpot dan hanya jika sumber alamat MAC dan ID secara acak yang dihasilkan sesuai dengan yang tersimpan pada gateway, pengguna akan secara otomatis login menggunakan informasi login (Username dan pasangan password) digunakan bila ada cookie yang pertama kali dihasilkan. Jika tidak, user akan diminta untuk login, dan di otentikasi kasus berhasil, cookie lama akan dihapus dari lokal HotSpot daftar cookie aktif dan yang baru dengan ID acak yang berbeda dan waktu kedaluwarsa akan ditambahkan ke daftar dan dikirim ke web browser. Hal ini juga memungkinkan untuk menghapus cookie di logoff user manual (tidak di halaman server default). Metode ini hanya dapat digunakan bersama dengan HTTP PAP, HTTP CHAP atau metode HTTPS karena akan ada apa-apa untuk menghasilkan cookie di tempat pertama sebaliknya. MAC address - mencoba untuk mengotentikasi klien segera setelah mereka muncul di daftar host (yaitu, segera setelah mereka telah mengirim paket apapun ke server HotSpot), klien menggunakan alamat MAC sebagai username.
Sumber : Modul Panduan JKL 2016 Universitas Gunadarma
FIREWALL
1. Pengertian
Dan Cara Kerja Firewall
Jika Anda telah menggunakan Internet
secara teratur atau bekerja di sebuah perusahaan besar dan surfing internet
saat Anda berada di tempat kerja, Anda harus memiliki pasti datang di firewall
panjang. Anda mungkin juga telah mendengar orang mengatakan “firewall
melindungi firewall di tempat kerja mereka“.Jika Anda pernah bertanya-tanya
untuk mengetahui apa sebenarnya firewall ini dan bagaimana cara kerjanya, di
sini kita pergi. Dalam posting ini saya akan mencoba menjelaskan “Bagaimana
firewall bekerja” dalam istilah awam.
Firewall merupakan suatu
cara/sistem/mekanisme yang diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun
sistem itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring,
membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen
pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang
lingkupnya. Segmen tersebut dapat merupakan sebuah workstation, server, router,
atau local area network (LAN) anda.
Firewall
secara umum di peruntukkan untuk melayani :
1. Mesin/Komputer
Setiap
individu yang terhubung langsung ke jaringan luar atau internet dan
menginginkan semua yang terdapat pada komputernya terlindungi.
2. Jaringan
Jaringan
komputer yang terdiri lebih dari satu buah komputer dan berbagai jenis topologi
jaringan yang digunakan, baik yang di miliki oleh perusahaan, organisasi dsb.
2. Karakteristik
Firewall
1.Seluruh
hubungan/kegiatan dari dalam ke luar , harus melewati firewall. Hal ini dapat
dilakukan dengan cara memblok/membatasi baik secara fisik semua akses terhadap
jaringan Lokal, kecuali melewati firewall. Banyak sekali bentuk jaringan yang
memungkinkan.
2.Hanya
Kegiatan yang terdaftar/dikenal yang dapat melewati/melakukan hubungan, hal ini
dapat dilakukan dengan mengatur policy pada konfigurasi keamanan lokal. Banyak
sekali jenis firewall yang dapat dipilih sekaligus berbagai jenis policy yang
ditawarkan.
3.Firewall
itu sendiri haruslah kebal atau relatif kuat terhadap serangan/kelemahan. hal
ini berarti penggunaan sistem yang dapat dipercaya dan dengan Operating system
yang relatif aman.
3. Teknik
Yang Digunakan Oleh Firewall
A. Sevice
Control ( kendali terhadap layanan )
Berdasarkan
tipe-tipe layanan yang digunakan di Internet dan boleh diakses baik untuk
kedalam ataupun keluar firewall. Biasanya firewall akan mencek no IP Address
dan juga nomor port yang di gunakan baik pada protokol TCP dan UDP, bahkan bisa
dilengkapi software untuk proxy yang akan menerima dan menterjemahkan setiap
permintaan akan suatu layanan sebelum mengijinkannya.Bahkan bisa jadi software
pada server itu sendiri , seperti layanan untuk web ataupun untuk mail.
B. Direction
Control (kendali terhadap arah)
Berdasarkan
arah dari berbagai permintaan (request) terhadap layanan yang akan dikenali dan
diijinkan melewati firewall.
C. User
control (kendali terhadap pengguna)
Berdasarkan
pengguna/user untuk dapat menjalankan suatu layanan, artinya ada user yang
dapat dan ada yang tidak dapat menjalankan suatu servis,hal ini di karenakan
user tersebut tidak di ijinkan untuk melewati firewall. Biasanya digunakan
untuk membatasi user dari jaringan lokal untuk mengakses keluar, tetapi bisa
juga diterapkan untuk membatasi terhadap pengguna dari luar.
D. Behavior
Control (kendali terhadap perlakuan)
Berdasarkan
seberapa banyak layanan itu telah digunakan. Misal, firewall dapat memfilter
email untuk menanggulangi/mencegah spam.
4. Tipe
– Tipe Firewall
A. Pake
Fitering Routing
Packet
Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur semua packet IP baik yang menuju,
melewati atau akan dituju oleh packet tersebut.pada tipe ini packet tersebut
akan diatur apakah akan di terima dan diteruskan , atau di tolak.penyaringan
packet ini di konfigurasikan untuk menyaring packet yang akan di transfer
secara dua arah (baik dari atau ke jaringan lokal). Aturan penyaringan
didasarkan pada header IP dan transport header,termasuk juga alamat awal(IP)
dan alamat tujuan (IP),protokol transport yang di gunakan(UDP,TCP), serta nomor
port yang digunakan. Kelebihan dari tipe ini adalah mudah untuk di
implementasikan, transparan untuk pemakai, lebih cepat Adapun kelemahannya
adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan difilter secara tepat,
serta lemah dalam hal authentikasi.
Adapun
serangan yang dapat terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah:
IP
address spoofing : intruder (penyusup) dari luar dapat melakukan ini dengan
cara menyertakan/menggunakan ip address jaringan lokal yanbg telah diijinkan
untuk melalui firewall.
Source
routing attacks : tipe ini tidak menganalisa informasi routing sumber IP,
sehingga memungkinkan untuk membypass firewall.
Tiny
Fragment attacks : intruder (penyusup) membagi IP kedalam bagian-bagian
(fragment) yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP
header. Serangan jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang
bergantung kepada informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian
(fragment) pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan
bebas. Hal ini dapat di tanggulangi dengan cara menolak semua packet dengan
protokol TCP dan memiliki Offset = 1 pada IP fragment (bagian IP)
B. Application-Level
Gateway
Application-level
Gateway yang biasa juga di kenal sebagai proxy server yang berfungsi untuk
memperkuat/menyalurkan arus aplikasi. Tipe ini akan mengatur semua hubungan
yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu FTP, HTTP, GOPHER dll.
Cara
kerjanya adalah apabila ada pengguna yang menggunakan salah satu aplikasi
semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka gateway akan meminta user
memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat pengguna mengirimkan USer
ID serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway akan melakukan hubungan
terhadap aplikasi tersebut yang terdapat pada remote host, dan menyalurkan data
diantara kedua titik. apabila data tersebut tidak sesuai maka firewall tidak
akan meneruskan data tersebut atau menolaknya. Lebih jauh lagi, pada tipe ini
Firewall dapat di konfigurasikan untuk hanya mendukung beberapa aplikasi saja
dan menolak aplikasi lainnya untuk melewati firewall.
Kelebihannya
adalah relatif lebih aman daripada tipe packet filtering router lebih mudah
untuk memeriksa (audit) dan mendata (log) semua aliran data yang masuk pada
level aplikasi.
Kekurangannya
adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. yang akan
mengakibatkan terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway,
dimana gateway akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah.
C. Circuit-level
Gateway
Tipe
ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri sendiri , atau juga dapat
merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe application-level gateway.tipe
ini tidak mengijinkan koneksi TCP end to end (langsung)
cara
kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan tcp tersebut, 1 antara dirinya
(gw) dengan TCP pada pengguna lokal (inner host) serta 1 lagi antara dirinya
(gw) dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat dua buah hubungan
terlaksana, gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu hubungan ke lainnya
tanpa memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletakpada penentuan hubungan
mana yang di ijinkan. Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan administrator
percaya dengan pengguna internal (internal users).
5. Cara
Kerja Firewall
Firewall
pada dasarnya merupakan penghalang antara komputer Anda (atau jaringan) dan
Internet (luar dunia). Firewall bisa hanya dibandingkan dengan seorang penjaga
keamanan yang berdiri di pintu masuk rumah Anda dan menyaring pengunjung yang
datang ke tempat AndaDia mungkin mengizinkan beberapa pengunjung untuk masuk
sementara menyangkal orang lain yang ia tersangka penyusup yang. Demikian pula
firewall adalah sebuah program perangkat lunak atau perangkat keras yang
menyaring informasi (paket) yang datang melalui internet ke komputer pribadi
Anda atau jaringan komputer.
Firewall
dapat memutuskan untuk mengizinkan atau memblokir lalu lintas jaringan antara
perangkat berdasarkan aturan yang pra-dikonfigurasi atau ditentukan oleh
administrator firewall. Kebanyakan personal firewall seperti firewall Windows
beroperasi pada seperangkat aturan pra-konfigurasi yang paling cocok dalam
keadaan normal sehingga pengguna tidak perlu khawatir banyak tentang
konfigurasi firewall.
Firewall
pribadi adalah mudah untuk menginstal dan menggunakan dan karenanya disukai
oleh pengguna-akhir untuk digunakan pada komputer pribadi mereka. Namun
jaringan besar dan perusahaan-perusahaan lebih memilih orang-orang firewall
yang memiliki banyak pilihan untuk mengkonfigurasi sehingga untuk memenuhi
kebutuhan khusus mereka. Sebagai contoh, perusahaan mungkin membuat aturan
firewall yang berbeda untuk server FTP, Telnet server dan server Web. Selain
itu perusahaan bahkan dapat mengontrol bagaimana karyawan dapat terhubung ke
Internet dengan memblokir akses ke situs web tertentu atau membatasi transfer
file ke jaringan lain. Jadi selain keamanan, firewall dapat memberikan
perusahaan kontrol luar biasa atas bagaimana orang menggunakan jaringan.
Langganan:
Postingan (Atom)